Malam itu ketika hujan turun menyapaku
Dari luar tertera embun yang menyinggahi kaca
Dari sanalah,sosok itu muncul.Penuh dengan inspirasi dan haru ku sendiri.
Anak laki-laki dengan rambut acak-acakkan dan baju kotor dibagian punggung.Sepeda kecilnya dengan bangga ia parkirkan dan sesegara mungkin masuk kedalam toko.Tubuh mungilnya sama sekali nampak tak menggigil.Ia berjongkok,menatap jeli harga minuman yang tertera.Selembar gambar Pattimurapun ia keluarkan dari saku celananya.Sebuah aqua dingin ia genggam dan tersenyum menatap sang kasir.Lalu ia berucap "Terimakasih" dan berlalu meninggalkan toko.Ketika kulihat ia berbalik badan.Baju kotornya itu masih tertera jelas nama bintang dunia lengkap dengan nomor punggungnya.'Lionel Messi' mungkin itu adalah mimpinya,ketika kulihat nampaknya ia habis bermain bola dan terjebak hujan.Hingga larutpun ia tetap mengayuh sepeda.Aku harap apa yang tertera dipunggungnya itu kelak berganti menjadi namanya.Dan bermain bermasa garuda bahkan dengan Merah Biru yang ia kenakan.Mimpi anak bangsa kita.Ketika reda hujan,kulihat sosoknya hilang ditelan remang impian dunia masa depan.
"Eh...uang kembaliannya lupa dik" Teriak kasir keras
Dari luar tertera embun yang menyinggahi kaca
Dari sanalah,sosok itu muncul.Penuh dengan inspirasi dan haru ku sendiri.
Anak laki-laki dengan rambut acak-acakkan dan baju kotor dibagian punggung.Sepeda kecilnya dengan bangga ia parkirkan dan sesegara mungkin masuk kedalam toko.Tubuh mungilnya sama sekali nampak tak menggigil.Ia berjongkok,menatap jeli harga minuman yang tertera.Selembar gambar Pattimurapun ia keluarkan dari saku celananya.Sebuah aqua dingin ia genggam dan tersenyum menatap sang kasir.Lalu ia berucap "Terimakasih" dan berlalu meninggalkan toko.Ketika kulihat ia berbalik badan.Baju kotornya itu masih tertera jelas nama bintang dunia lengkap dengan nomor punggungnya.'Lionel Messi' mungkin itu adalah mimpinya,ketika kulihat nampaknya ia habis bermain bola dan terjebak hujan.Hingga larutpun ia tetap mengayuh sepeda.Aku harap apa yang tertera dipunggungnya itu kelak berganti menjadi namanya.Dan bermain bermasa garuda bahkan dengan Merah Biru yang ia kenakan.Mimpi anak bangsa kita.Ketika reda hujan,kulihat sosoknya hilang ditelan remang impian dunia masa depan.
"Eh...uang kembaliannya lupa dik" Teriak kasir keras
Komentar
Posting Komentar