Kenangan
Pagi yang cerah,angin yang damai
berhembus seakan membuat pesona tersendiri bagi kaum buatan-NYA.Awan...untuk
hari ini aku ingin bertanya,apakah harus kuladeni hari ini?Aku terlalu takut
untuk dentingan detik-detik jam.Dan matahari...apakah aku harus berlagak
tersenyum,berusaha tegar dibalik tangis?Untuk hari ini aku terlalu takut untuk
memijakan kaki di bumi ini.
***
Bangunan ini..bangunan yang dulu
sebagai sebuah saksi,dari sebagian hidup.Sepotong cerita yang mengajarkan arti
sebagian dalam hidup.Tatapanku nanar,mengarah kesemua sumber,di mana dulu
tempat aku berlari,memangil seseorang didepan,berlari saat
terburu-buru,berlari..namun tidak bisa untuk kenyataan.Aku terdiam,perlahan
melangkah,tepat didepan daun pintu bercat kuning muda,ia mulai pudar..pegangan
pintu yang berkarat,gembok putih gagah yang senantiasa hadir,kembali aku
terdiam,mengintip sejenak didalam,menahan nafas panjang dan terdiam,kembali
membuka memori,menelisik mencari dan mengulang,seakan sebuah proyektor nyata
dalam hidup yang sudah menjadi bagian masa lalu.
"Kreek..."
Suara daun pintu yang sangat familiar,yang
selalu terdengar saat membukanya,suara yang tak pernah terganti.Aku kembali
menahan nafas panjang,dada sudah terlalu sesak.Papan tulis putih,yang terlihat
begitu biasa saja,namun ia sangat istimewa.Di sana masih tertera tulisan tangan
bak seorang dokter,susah dibaca,tepat disampingnya tulisan tangan halus milik
siswa.Ia menjadi sebagian dari saksi masa lalu,di mana serapan ilmu
darinya,yang tulisannya masih tertera gagah namun menyesakan.Disebelah papan
tulis putih itu,sebuah meja kayu yang sudah menua,kursi dan sebuah keranjang
hijau...bayangan itu kembali,menusuk dada,membuat sesak.Bayangan guru-guru yang
terduduk,berceloteh,tertawa,wajah terkantuk-kantuk,wajah geram,sebal dan bersahabat..semua
seakan kembali,meruwetkan otak kiri.
Aku kembali melangkah,menatap
sekitar,kursi yang masih tetata rapih,diletakan diatas meja.Lantai yang
dingin,yang dulu setiap Senin selalu dikungkung wewangian karbol,lantai dingin
yang dulu senantiasa ada untuk pijakan kami semua,sebagai tumpuan
kesukarelaan.Jadwal piket,struktur kelas,tata tertib..semua bergoyang lembut
ditiup angin.
Kenangan itu kembali hadir,memenuhi
otak dan fikiran,membawa setiap sosok dulu,sahabat-sahabat yang
setia,jahil,konyol,kocak dan mengesalkan..seakan ia kembali disetiap ruangan
ini,hadir kembali ditiap pojok ruangan,kembali hidup dalam sebuah proyektor
masa lalu.Sebuah sapu biru.menggantung pasrah,itu hasil iuran kelas.Semuanya
bagaikan hadir,ributnya teman-teman saat menonton tayangan LCD,suara hentakan
kaki berlarian berusaha secepat mungkin untuk beristirahat,suara mengaduh
mengeluh dengan masalah selalu ada,menghiasi setiap hari dahulu..dan kini ia
menikam sadis disetiap detik ingatan lalu.
Aku kembali terdiam,berusaha mengais sisa-sisa
ingatan bersama putih biru..jam dinding terus berdentang,ingat dulu selalu
rajin mengganti bartrai jika habis,berusaha selicik mungkin menambah menit-an,agar
cepat pulang,cepat istirahat.Ah..kelakuan mereka selalu saja hadir.
***
"Bu..Miko!"cetus salah satu
siswa,bersuara riang,memprovokatori,layaknya demo di gedung DPR
"Pak ulang lagi ya
Videonya..."serunya,dengan suara sedikit tertahan,malu-malu.
"Woi!Ini kelasnya dipel!"kesal
bendahara kelas setiap Sabtunya,sibuk memporak-porandakan pertahan tongkrongan
anak laki-laki.
"Sudah ngerjain PR?"
"Eh nomor lima dong.."
"Aduh..aku lupa nggak bawa buku cetak"
"Eh di mana kaos kakiku?!"
Kalian ingat tidak?sepenggal ucapan
aneh anak yang menuju remaja,terkadang tanpa berfikir yang malah terdengar aneh
di telinga,lalu berakhir tawa renyah.
Aku tau semua itu akan hadir
lagi...namun tidak mungkin kan dengan suasan yang sama?aku tau kita juga esok
akan mengalami kembali masa sulit ini,tapi tidak mungkin kan dengan suasana yang
sama?aku tau kita akan kembali kekelas,menuntut ilmu dan mendapatkan teman
baru,tapi tidak mungkin kan dengan suasana yang sama?Karena masa ini kan hanya
sekali kita alami.Jadi lakukan terbaik untuk sahabat-sahabatmu..apapun
itu,berusahalah selalu ada untuknya,berikan ia sebuah kembangan senyuman,bukan
wajah muram,berikanlah ia cerita hebat tentang dunia.Jika bisa abadikan setiap sudut
ringkasan cerita masa sekolahmu,saat tertawa bersama.Dan jika suatu waktu..kami
kembali,tersadar..pasti akan ada sepenggal cerita khas dari potongan memori
itu.
***
Aku tersenyum,membalikan badan dan
melangkah keluar.Saat sebelum gembok itu terkunci,bayangan masa lalu itu
hadir,melambaikan tangan dan tersenyum ramah.Aku terlalu mencintai
semuanya,terlalu mencintai takut kehilangan.Masa lalu...yang dulu..saat bersama
teman-teman semua.Berdamailah dengan masa lalu,itu akan indah,walau dikenang
seribu kalipun,ketika hati kita telah berdamai itu tidak akan lagi menyesakkan.Berdamailah
dengan masa lalu,karena berdamai bukan berarti melupakan.
Lirik Lagu Sahabat Kecil (OST Laskar Pelangi)
- Ipang BIP
Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi
Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli
Reff:
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi
Back to Reff:
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Aku kembali terdiam,melihat lagi
kebelakang,tersenyum...hai dinding-dinding saksi bisu ilmu kami,tetaplah kokoh
seperti ini.
~ Sudah saatnya pulang,kembali
bercita-cita..masih banyak pengharapan didepan,masih banyak cerita yang harus
dilalui,ingat berdamailah...bukan berarti melupakan. ~
Komentar
Posting Komentar