Maybe Someday

 Bingkaian yang terbuat dari plastik membentuk persegi sempurna sukses menarik perhatianku malam ini,bingkai yang memyelimuti sebuah foto di dalamnya,senyum miring dengan bibir dibuat-buat 'alay' mata hitam bulat dengan tatapan teduh.senyum segaris terkesan acuh.Baju seragam yang masih terlihat rapih dengan dasi agak miring.Ya..itu masa lalu,SMP.



Handphoneku berdering,tanda ada bbm masuk.Rasanya malas untuk membukanya,paling broadcast tak jelas yang membuatku geli,atau kata-kata konyol yang mengancam jika tak mau mengirim kesemua kontak akan celaka,perduli amat.Tapi mataku tak bisa melepaskan pandangan setelah nama itu mucul,paling atas dari status obrolan.

Selamat Malam :)  
Tulis seseorang yang membuatku syok sejenak.Apa-apaan?Kenapa saat mulai 'move on' dia kembali lagi,persetan sekali!Niat tak acuh pada pesan pendek itu,namun kenapa batinku melawan?

Malam

Jawabku singkat,tapi kenapa jantung ini berdebar-debar tak karuan.Baru satu menit aku menunggu jawaban,statusnya sudah berubah sedang menulis pesan,mataku tak mau pergi dari kontaknya.Ya Tuhan..

Cuek banget...apa kabar?

Apa kabar?Apa maksudnya?Dia sudah menghilang beberapa bulan,dan sekarang datang dengan seenaknya?!Dia fikir hati ini apa?seenaknya datang dan pergi!

Baik :)

Gila!Sejak kapan aku menjadi seperti ini?Ingat..ada yang lain sekarang disisimu...
Beberapa jam aku menunggu jawaban,ia tetap tak mengubah status D nya menjadi R..tapi aku tak perduli,toh dia bukan siapa-siapa,tapi mengapa juga batin ini masih ngeyel!
***
  "Dira.."panggil seseorang
  "Ya?"
  "Ini..."ucap gadis itu memberikanku sebuah coklat dengan sebuah surat ucapan,tak jelas dari siapa
  "Dari?"
  "Gue duluan..baca aja!"ucapnya meninggalkanku dan menghilang di balik anak tangga
Huuuftss...kuhembuskan nafas kesal,tepatnya penasaran.Setelah dikelas,aku buka segera surat mungil dengan gambar balon warna-warni dan dengan warna dasar biru,warna kesukaanku.

Selamat Pagi.Aldi,-

Apah!Da..da..dari kak Aldi?ini nggak salah?Tuhan....orang ini memang membuat penasaran.Tapi aku senang,entah kenapa.Kak Aldi,seorang yang sangat tenar di sekolahku,orang yang cool,dan jadi inceran cewek-cewek cantik yang kegatelan.Kapten kesebelasan sekolah.
  "Pagi..Dira.."ucap seseorang,Heni "oh iya..tadi aku ketemu kak Al,dia bilang kamu suruh dateng nanti nonton pertandingan"
   "Buat?"
   "Hih!Ini cewek kaku banget...pdkt lah kakak Alnya!"jawabnya asal
   "Heni!"teriakku menggelegar
***
Kini aku sudah dibangku penonton,bersorak saat kak Aldi menggiring bola dengan skill yang mumpuni,hebat sekali dia.Babak pertama selesai,satu kosong untuk tim yang dibela kak Aldi,aku senang.
  "Kak Al.."panggilku pelan
  "Hallo Dira..coklatnya enak?"tanyanya tersenyum,duduk disampingku sambil meminum minuman isotonik
  "Makasih kak.."jawabku tersenyum
  "Dir..."
  "Iya?"
  "Nanti pulang bareng ya.."
  "Hah?"
 "Udah..nanti aku tunggu diparkiran motor..."ucapnya,entah angin dari mana ia kecup kepalaku dengan mesra,berasa aliran darahku mendidih dan frozen...rasa apa ini?Sebelum aku bertanya,ia sudah kembali kelapangan dan tersenyum kearahku,dia..manis.
***
  "Sebelum pulang..temenin bentar yah"
  "Kemana kak?"
  "Ikutan aja"
Aku segera naik dimotor gedenya,warna biru tua yang dipaduka dengan hitam mengkilat,kontras sekali "pegangan dong.."ucapnya dibalik helmnya
  "Iya.."jawabku pelan,kupegangi pundaknya lembut
  "Ya ampun...sini dong.."ucapnya mengamit tanganku dan ia letakkan dipinggangnya,dibuatnya erat dan juga berkesempatan menggenggam erat tanganku,aku tak bisa melakukan apa-apa hanya tertawa kecil dengan tingkahnya yang blak-blakan.
  "Genit..!"ucapku mencubit pinggangnya
  "Hahahha"tawanya,suara yang sangat menyejukkan
***
Setelah setengah jam perjalanan,langit juga sudah mulai gelap.Kami berdua disuguhkan pemandangan bangunan-bangunan lusuh bertingkat,mungkin sebuah proyek yang masih belum jadi dan ditinggalkan begitu saja.
 "Keatas yuk.."ajaknya mengamit tanganku tanpa persetujuanku menarik penuh kasih sayang kedalam bangunan itu yang mulai gelap,menyusuri tangga,melihat sekelebat tikus bercicit dan berlari bersembunyi
  "Mau kemana kak?"tanyaku takut,dan tanpaku sadari,aku pererat genggaman tangannya dan tak ingin jauh darinya,mendekatkan tubuhku dengannya,dan seketika bau minyak wangi tegas khas pria merambah ke indera penciumanku,aku hanya bisa tersenyum.
 "Sampai..."ucapnya tersenyum,melepaskan genggaman dan merentangkan tangan,melihat pemandangan depan,bukit dekat perumahan,dan rumah-rumah penduduk yang satu dua serentak menyalakan lampu luar tanda hari mulai petang,indah.
   "Keren banget kak.."ucapku takjub,merasakan semilir angin yang menyejukkan,kerlap-kerlip lampu jalanan dari kendaraan yang berlalu lalang,aku terpanan untuk beberapa saat.
   "Mau nggak jadi pacarku?"
DEG
Kata-kata itu meluncur tiba-tiba saja,ia juga telah memelukku dari belakang,punggungku juga bersandar didadanya yang bidang,ia letakkan dagunya dipundakku,seketika hembusan nafanya bisa aku rasakan mengalir didekat leherku,rambutku juga terurai ditium angin malam.
  "Dira mau nggak jadi pacarnya kakak?"tanyanya lagi,mengulang kata-katanya beberapa menit lalu
Aku terdiam,membeku,berasa lidah kelu untuk berkata.Aku berfikir sejenak,lalu mengangguk pelan.Ya..itu jawabanku.
 "Makasih.."ucapnya mencium pipiku lembut,aku hanya bisa menutup mataku saat kak Aldi mencium pipiku,aku rasa pipiku mulai memerah karena kejadian tadi.Hari itu,aku sudah resmi menjadi kekasih kak Aldi,idola sekolah,sang kapten kesebelasan.
  "Kak pulang yuk..udah malem"ajakku tersenyum
Dia tak menjawab,lalu mengecup keningku dan menggangguk pelan,lalu menggandengku dan segera kemotornya,kami berdua pulang kerumah dengan perasaan senang.
***
Hari-hari setelah kami pacaran,kak Aldi menjadi sangat perhatian,setiap hari menjemputku dan mengantarkanku pulang jika tak latihan sepakbola,mengantarkanku makanan atau minuman disekolah,dan banyak lagi.
Hari ini Kak Aldi tak bisa mengantarku pulang,ia masih sibuk latihan karena akan bertanding lusa nanti,aku terpaksa menunggu angkutan umum.
  "Hai cewek..!"ucap seorang lelaki dengan pakaian OSIS tampang berandalan bersama dua orang temannya,macam preman.
Aku hanya diam,tapi jujur aku takut.HP ku juga mati,aku tak bisa menghubungi siapapun.
  "Mau kemana?Mending sama gue..."ucapnya menarik tanganku
  "Aw!lepasin!!!"teriakku berusaha melepaskan diri
  "Jiah....ngelawan dia.."
 "Lepasin!!!!!"teriakku,dan Buuhk...satu pukulan tepat sasaran meluncur mulus dipipi kiri dari tangan..kak..Bu...bu...bukan...itu tangan Radit.
  "Beraninya keroyokan!Banci lo!Berani lo nyentuh cewek gue..gue patahin leher lo semua!"Ucap Radit mengancam,lalu menarik tanganku menjauh.
 "Apa-apaan sih lo Dit!"ucapku berusaha melepaskan genggaman tangannya "sakit.."ucapku lagi,akhirnya ia mengendorkan pegangannya,lalu tersenyum.Senyum yang tak berubah tiga tahun lalu,mata yang masih sama dan sosok yang sama,sosok tiga tahun lalu.
  "Lo sih aneh..sendirian nunggu angkutan umum..bahaya tau nggak.Lagian gue tolongin juga,nggak ada terimakasihnya"ucapnya
  "Lo masih sama yah kayak dulu,nggak berubah..masih aja berandalnya"ucapku ketus,malas melihat mukanya.Bukan malas,tepatnya aku tak mau rasa yang sudah terpendam tiga tahun lalu ada kembali,menjelma lagi,rasa yang sudah mati-matian aku pendam.
  "Lo juga masih sama,sama ngeyelnya..jalan yuk"ajaknya menarik tanganku
  "Apa-apaan sih lo Dit,.gue nggak mau!"
  "Berisik banget.."ucapnya tak acuh,menyuruhku naik kemotornya
***
 "Lo apa kabar?"tanyanya,menyalakan korek api dan menghisap rokoknya.Tersenyum kearahku.Menjuntaikan kakinya agar menyentuh permukaan air laut,kami duduk didermaga kayu,mendengarkan dendangan pelan alam.Dermaga kayu,masa lalu yang masih melekat.
   "Baik.."ucapku malas,melirik ikan dibawah kakiku bersembunyi dibalik batu karang
   "Cuek banget yah..nggak di bbm nggak dikenyataannya.."ucapnya lagi,aku hanya bergeming
Kami berdua terdiam,melihat matahari yang mulai tenggelam,seperdi deja vu.Kejadian tiga tahun lalu.
  "Dir.."
  "Apa?"
  "Lo..lo udah punya pacar?"tanyanya
DEG
Ada apa dengan dia?Aku tak menjawab pertanyaannya,hanya diam,melihat matahari yang sudah menghilang namun menyisahkan warna orange yang indah.
  "Udah yah?"ucapnya,menjawab pertanyaannya sendiri,membuang puntung rokoknya
  "Kenapa sih lo?"tanyaku,menahan kedua mataku yang perih,ahrg!Rasa apa ini?!
  "Lo dulu bilang disini..lo jatuh cinta sama waktu yang salah,tapi semoga sama orang yang tepat..lo ingat?"tanyanya..suaranya bergetar
  "Lo kenapa sih Dit?"tanyaku,namun air mata ini tak bisa diajak kompromi,jatuh satu persatu,bebas.
  "Lo dulu pernah bilang kayak gitu...sekarang..kapan gue bisa jatuh cinta sama lo saat waktu yang tepat?"tanyanya,menatap wajahku yang sudah memerah "kapan waktunya?"tanyanya dengan nada keras,marah
  "Gu..gue..gue nggak tau Dit.."jawabku lirih
Tak ada jawaban dari Radit,hanya seruan ombak yang berdeburan.Namun suara isak tangisnya terdengar jelas.Radit...lo nangis?
  "Kenapa lo hadir lagi dihidup gue?"tanyaku tiba-tiba
Nampak kaget dengan pertanyaanku,Radit tolehkan wajahnya,menatap mataku yang bulat.
  "Karena gue masih ada janji disini..dermaga kayu"ucapnya lirih,menggenggam tanganku lembut.
........ "Dira..!"panggil seseorang,kak Aldi
Kami berdua menolehkan pandangan,Radit nampak memincingkan matanya.Melihat sosok kak Aldi yang berdiri diujung dermaga.
    "Dira..aku nyariin kamu,kata mama kamu kesini.."ucapnya lagi
 "Dia Ra?"tanya Radit,menatapku sendu,aku hanya mengangguk pelan,tak bertenaga "huft..okeh"ucap Radit beranjak dari duduknya,aku tersentak dan mengikutinya.
  "Karena kita nggak punya waktu yang pas untuk semuanya Raditya Putra Pamungkas"ucapku pelan,menghapus air mata,tersenyum getir.Radit tersenyum getir "Maybe Someday Dir :')",meninggalkan ku dan berjalan mendekati kak Aldi
  "Lo punya banyak waktu sama dia..jaga dia"ucapnya tepat di telinga kak Aldi saat berpapasan.Kak Aldi hanya tersenyum bingung,membalikkan badan dan melihat tubuh Radit menghilang dengan motornya,meninggalkan area dermaga kayu,dengan sejuta pertanyaan.
  "Kak Al.."ucapku pelan,berlari mendekatinya lalu memeluknya
  "Aku disini..kita pulang yuk Dir..udah malem"ucap kak Aldi balas memelukku.

Karena waktu,terkadang berasa salah.Namun,ia akan mengungkapkan semuanya suatu saat nanti,jika ia merasa itu adalah waktu yang tepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan

LOVE Of STADIUM