Ngobrol Santai Eps_Ngomongin Keluarga



Udah lama banget rasanya nggak posting cerita baru di blog. Banyak kesibukan di SMA yang emang nggak bisa diundur (ceilee..kaya ada yang nunggu aja). Kesibukan baru juga di wattpad, lagi sibuk cari inspirasi buat nulis di wattpad. Oh iya, yang sempet baca postingan ini buka juga ya wattpad @2DREAMERkbm. Masih satu cerita sih, itupun dalam pembelajaran. Saya masih perlu banyak belajar. Masalah editan tanda baca ancur banget dulu, sembarangan makenya, lama-lama jadi tau. Padahal ya udah lumayan banyak buku yang dibaca and tamatin. Tapi saking menikmati alur ceritanya jadi nggak diperhatiin dengan mendetail.

Rasanya miris banget inget tulisan di blog ancur banget tanda bacanya. Mau di edit ulang, males nggak ketulungan. Dan entah sudah tahun keberapa pakai blog. Enaknya kalau nggak ada yang mau dengerin curhatan, langsung aja nulis. Ngomongin apa yang ada diotak, dan rasanya lega juga. Terlebih ada yang koment atau ada yang nanyain 'kapan posting cerita baru?' itu yang jadi energi tersendiri. Persetan orang-orang mau nggak suka. Inget kata-katanya bang Young Lex.

'Sambut dengan wellcome selamat pagi, masuk pintu ilustri, haters di keset kaki'
Lyric_Senam Pagi

Di postingan ini nggak tau mau ngobrolin apa, seolah-olah ada sebuah sumber inspirasi yang ilang gitu aja (masah pribadi :D ) *abaikan.

Oke, mau cerita aja tentang keluargaku. Nggak tau kenapa mau aja pake topik ini. Aku lahir didalam keluarga yang bahagia, entah orang diluar sana nganggap bahagia atau nggak. Kedua orang tuaku itu seorang guru. Ayahku seorang guru SMA, dan ibuku seorang guru SMP. Aku punya satu orang kakak laki-laki. Sekarang dia kuliah di Universitas Tidar Magelang. Orangnya yah kaya gitu, taulah anak cowok kaya gimana. Ribet, kadang ngeselin. Tapi baik banget. Mau tuh disuruh beliin sepatu titipan atau nggak celanaku *hahah. Aku nggak pernah manggil dia dengan sebutan 'mas' atau 'bang'. Rasanya tua banget, padahal cuma selisih 4 tahun. Kalau ditanya sayang banget sama dia? Sayang banget. Jujur.

Waktu pertama kali ditinggal kuliah, rasanya gimana yah? Hampa banget dirumah, nggak ada tuh yang mau di ajak berantem. Iya, aku sering banget berantem sama dia. Apalagi dulu waktu kecil. Sampe saling cubit dan pasti aku yang nangis. Abis itu kakak dimarah mama, dan rasanya bukan puas denger dia dimarah. Tapi jadi sedih, nggak tau kenapa. Padahal ya dia juga yang bikin aku nangis *heheh labil. Dulu, kakak yang ngajarin aku main PS, waktu itu masih jamannya PS 1. Nggak tau deh sekarang anak cewek pada bisa main PS apa enggak. Dulu masih hitz banget tuh Crash Bandicoot, HarvestMoon, game tarung-tarungan yang sayangnya aku lupa namanya, PepsiMan, game balapan dengan papan skateboard yang aku lupa juga namanya, main game sepakbola yang waktu itu masih sederhana banget. Yang aku inget setiap hari minggu pasti rame banget rumah karena banyak anak tetangga yang ikutan main.

Kakak juga yang ngenalin aku sama The Sims, hahah sampai betah banget kalau udah main game satu ini. Kenalin sama youtuber Bayu Skak tahun berapa yak? Lupa deh. Inget juga pernah nyalain petasan bareng-bareng dan hasilnya pertasannya meledak di tanganku. Hasilnya yep, melepuh. Dan bekasnya masih ada sampai sekarang. Dulu aku inget banget waktu jaman masih SD, kakak pulang ngabarin kalau ada jajan baru. Aku seneng banget, dan kita sama-sama nyari jajan itu naik sepeda. Aku diboncengin dengan sepeda laki-laki. Yang tentunya aku berdiri dibelakang. Jajan itu ketemu juga, dan kita harus bersepeda lumayan jauh untuk anak umur segitu. Kakak juga yang buat aku jadi suka sepakbola, bapak dan kakakku selalu nonton bola jika ada pertandingan, jarang sekali mereka bedua lewatkan. Kakak suka dengan Real Madrid, aku juga. Sampai-sampai beli jerseynya :D. Di Indonesia kakak suka Persib Bandung, sayangnya aku bukan biru barat, tapi biru timur alias Arema, kadang ya suka adu mulut kalau dua klub besar Indonesia ini bertemu, tapi kalau Real Madrid, aman sentosa nggak ada keributan. Hahah aku nggak tau kakak masih inget nggak sama kekonyolan kita.

Aku nggak tau harus ngomong apa lagi, ya ini apa adanya. Jaman kecil yang bandelnya emang nggak karuan.

Beranjak ke ayahku. Aku memanggil beliau dengan sebutan 'bapak', dan rasanya nggak sreg manggil beliau 'ayah' lucu aja di lidah. Bapak pekerja keras, rajin dan baik hati tentunya. Aku inget banget beliau selalu bersemangat buat apapun kemajuanku. Waktu aku mau melakukan UN beliau selalu mau mengantarku ke tempat les, lalu menjemputku yang kadang-kadang pulangnya itu magrib. Mau hujan, atau apapun beliau selalu ada buat anaknya ini bisa menjadi yang terbaik. Inget banget pas lagi les, sore itu hujannya deres banget, mana petir yang nyambar-nyambar bikin merinding. Aku pulang pukul 05.40, hujan sudah turun sejak lima belas menit yang lalu. Dan aku kesal karena aku  menunggu bapak rasanya lama sekali. Dan beberapa menit kemudian, bapak datang dengan motornya, helm yang selalu ia pakai dan jas hujan berwarna kuning cerah. Bapak datang, yang artinya aku bisa pulang.

Bapak tak lupa membawakan aku jas hujan, kenapa bapak tak memakai mobil? Karena letak tempat lesku itu jauh dari jalan utama, dan mobil sulit untuk masuk kedalam. Rasa kesalku tadi jadi terharu, terharu sama bapak yang tak muda lagi, hujan-hujanan dan tentunya pandangannya akan buram karena memang faktor usia.

Kami berdua menembus hujan pelan-pelan, bahkan pelan sekali. Dan apa yang saya ucapkan dalam hati selama perjalanan hanya, lantunan ayat kursi agar diberi keselamatan. Dan kami sampai rumah pukul 6.45.

Bapak orangnya ramah kepada siapa saja, yang herannya jika berpergian bersama bapak, selalu saja ada yang menyapa beliau. Lucu memang. Tapi aku bangga, bapakku ini loh, bapak yang ramah yang aku punya. Bapak selalu rajin mencuci kendaraannya, mobilnya, motornya, sepeda ontlongnya selalu mengkilap dan paling bersih diantara yang lain. Super duper kinclong.

Waktu itu hari pertama aku memutuskan untuk nge kost. Nggak banyak yang bisa aku lihat dari bapak, entah beliau sedih atau tidak. Yang jelas beliau tak pernah menunjukan itu padaku. Kalau ibuku mungkin masih bisa menunjukan rasa sedih itu didepanku. Terkadang menguatkan anak perempuannya yang satu ini, yang kadang masih suka menangis. Waktu beberapaa hari di kost, bapak memutuskan untuk membawakan sepedaku, agar aku disini bisa pergi ke tempat yang lumayan dekat dengan sepeda. Aku sedih, saat mendapati bapak datang kerumah dengan ibu jari kaki yang luka, lukanya terbuka dan beberapa darah kering bercampur dengan betadin. Aku lupa karena apa. Maafkan anakmu ini yang pelupa pak :) . Bapak juga selalu mau kubuat repot akibat kecerobohanku, aku suka lupa membawa barang yang harusnya aku bawa ke kost, alhasil bapak akan mengantarkannya untukku ke kost. Padahal jarak rumah ke kost cukup jauh, sekitar 30 menitan. Kadang jika sudah begitu bukannya kena marah malah aku dibawakan makanan untuk di kost. Sewaktu penerimaan nilai semester 1 dan 2, yang beliau ucapkan ketika melihat nilaiku yang tak terlalu bagus hanya 'besok ditingkatkan lagi' sudah. Itu saja, tapi cukup membuat aku sedikit bergerak. Itu makanya status BBMku dipasang kata 'semangat' hahah sedikit promosi.

Next tentang ibuku. Ibuku adalah orang yang, yah seperti itulah selayaknya ibu-ibu kalian di rumah, yang selalu cerewet dan lainnya. Aku nggak tau mau deskripsikan apa tentang beliau. Aku memanggil beliau dengan sebutan mama. Yang juga sekaligus sebagai guru B.Indonesia di SMPku dulu. Aku nggak pernah rasanya malu buat diajar sama mama. Yang orang-orang tanyakan pasti 'apa nggak malu diajarin sama ibunya sendiri?' .

Hah? Malu karena apa? Apa yang salah coba? Dan ocehan orang lain yang bikin telinga panas adalah 'halah nilaimu bagus karena ibumu berpengaruh di sekolah'  eh pan*at panci! Situ nggak ngaca dulu kalau ngomong? Sama sekali nggak ada hubungannya antara nilai dan berpengaruhnya ibu saya didalam sekolah tersebut. Kalau mungkin nilai satu itu yang di buat bagus, tapi nyatanya semuanya memuaskan. Rasanya orang yang ngomong sepeti itu pengen banget mulutnya tak iket pakai tali trus suruh ngulek cabai pakai mulutnya. Biar pedes sekalian.

Mama adalah guru yang cukup fenomenal di sekolah. Karena mama tak segan menghukum muridnya dengan tegas, pernah salah satu temanku dihukum dan disuruh berdiri di depan kelas dan kaki satunya diangkat, lalu kaki satunya tidak boleh keluar dari kotak persegi empat ubin sekolah, yang notabene cukup sempit. Tapi ya kata teman-temanku itu yang buat kangen sama beliau. Dan aku bangga, mamaku salah satu guru yang dirindukan muridnya.

Mama selalu mempersiapkan semuanya untukku, selalu menanyakan kabar setiap beberapa jam sekali saat aku di kost. Menanyakan apa saja, dan rasanya itu juga merupakan pelepas rindu denganku. Aku bilang ke mama bahwa aku ingin pergi kuliah ke Malang. Hahah taukan kenapa aku ingin disana? Yep Malang merupakan rumah dari klub Arema Cronus. Sedikit modus tapi aku juga sedikit tergiur dengan Universitas Brawijaya :D, tapi mama melarangku, katanya itu amat jauh. Padahal ada saudara beliau yang menetap di Malang. Kata beliau lagi nanti aku bakal nggak bisa pulang seminggu sekali. Dan aku tahu, mungkin beliau akan merindukanku.

Aku sedih saat mama sakit. Bahkan ketika beliau sakit, aku tak tahu beliau masuk rumah sakit. Dan rasanya sedih saat mengetahui kabar itu. Mama nggak pernah menujukan rasa lelahnya, selalu saja rajin melakukan hal-hal lain. Mama selalu rela mengurangi tidurnya saat aku ingin laju dari rumah (nggak ke kost) bangun pagi menyiapkan makanan, lalu kami berangkat bersama menggunakan mobil dengan bapak. Pukul 05.30 kami keluar dari rumah. Karena sekolahku juga masuk jam 06.30.

Aku nggak tau harus nulis apa lagi untuk mama, sampai seribu puisi aku habiskan yang isinya tentang mamapun mungkin rangkaian kata terindah buat mama tidak bisa dibalas. Kata i love you, kata aku sayang mama, aku cinta mama. Itu nggak cukup, biar saja doa yang menyiratkan kalimat indah untuk mama. Hanya 'ya Alloh jauhkanlah ibuku dari sentuhan api neraka'  yang baru bisa aku lakuakan. Kadang kalau lagi rindu banget, cuma bisa dengerin lagu Bunda atau ibu dari Ungu. Aku nggak butuh mama yang sedang hitz seperti sekarang, ibu-ibu sosialita dengan emas berlian, dengan baju-baju mewahnya, gadgetnya. Atau apapun itu. Cukup seperti mamaku sekarang, mama yang sering membuatkan tempe goreng :') atau mama yang sibuk menumbuk cabai untuk sambal.

Sebenarnya masih sangat banyak yang mau aku omongin. Tentang aku, keluargaku, semuanya yang aku alami selama ini. Tau nggak? Aku menulis ini dengan air mata yang jatuh diam-diam diujung mata, heheh biar saja seperti ini dulu. Niatnya mau lebih panjang lagi tapi berhubung jempol udah pegel karena ngetik di tab, jadinya sekian dulu. Aku nggak tau apa ada orang yang nunggu tulisanku ini. Yang penting berkaryalah tanpa batas.

Happy family :*


Thanks buat inspirasinya dari bang Alitt Susanto dan bang Bayu Skak, karena video draw my life kalian bikin aku semakin memacu karya aku. Semakin membuat aku memahami arti proses dalam kesuksesan. See you next time :) .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan

Maybe Someday

LOVE Of STADIUM