Remang Menuju Benar

Hidup adalah persimpangan.Yang butuh dipilih untuk sekedar cepat sampai tujuan atau menunggu dengan halangan yang merintang.Selayaknya lalu lintas,kita perlu patuhi rambu lalu lintas atau melanggar dan memilih jalan yang salah,hidup juga bagaikan jalan buntu.Saat kita sedang asyik dengan jalan didepan,kita tak tahu ujung yang dituai.Itu layaknya hidup.Yang diibaratkan jalan yang tak pernah tahu apa ujungnya,tak pernah digapai karena hidup mengajarkan ketidak puasan,dan ada sebuah tembok penghalang yang tak bisa ditembus dengan usaha tak maksimal,karena hidup adalah... Disepanjang jalan,beberapa daun yang gugur dan angin yang sedari tadi berhembus tak terlalu kencang.Aku senang,dengan suasana indah seperti ini.Sebuah sepeda mini dengan keranjang hitam senantiasa aku bawa kemana tujuanku.Sore itu,ia temani aku dengan suana yang begitu indah. "Mengapa jalan sendiri?"tanya seseorang tersenyum "Kenapa?" "Tidak...kamu tidak takut jalan sendirian?" Aku menggeleng,lalu tersenyum kerahanya "Mau kemana?"tanyanya tepat ditelingaku Aku menggeleng untuk yang kedua kalinya "Jalan yuk..."tawarnya gembira "Kemana??" "Udah..." Aku selalu senang dengan sosok didepanku.Ia memberikan sesuatu yang indah selama ini,aku tak tahu,ia merasakan hal yang sama atau tidak.Ia mengantarkanku disebuah pantai indah dengan semburan garis tipis matahari yang nampak akan tenggelam.Ia berhenti didermaga dengan jembatan kayu menjorok beberapa meter. "Duduk aja..."sapanya "Kenapa kesini??"tanyaku sembari membenarkan rambutku yang tertiup angin "Indahkan?" Aku hanya tersenyum simpul,menyenderkan sepedaku didermaga kayu.ikut terduduk dengan kaki yang menjuntai merasakan dinginnya air laut sore. "Kamu itu...cantik,baik,pinter lagi.." Aku terdiam "kamu kenapa?" "Nggak..nggak papa kok.Memuji dimarah yah?"godanya Aku cubit lengannya yang dibalut jaket tebal karena sedang musim dingin "nggak dimarah,cuma tumben aja"ucapku yang masih menatap langit sore yang mulai meredup karena ditinggal surya "Apa sih yang kamu kejar dari hidup?"tanyanya dengan tenang Aku terdiam,kuhembuskan nafasku.Udara dingin nampak menyelimuti tubuhku "menurutmu?tanyaku balik Ia nampak berfikir sejenak,memandangku diam-diam dengan lirikannya.Rambutnya yang rapih kini telah diacak pelan oleh angin laut,setidaknya,ia tetap ganteng dengan keadaan seperti itu "bahagia?" "Hahah..bahagia itu apa?"tanyaku lembut "Nggak bisa diartikan,karena bahagia adalah sesuatu yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata"ucapnya sambil memadang wajahku dari samping,ia tersenyum kecil "kamu kalau dari samping jelek.."ucapnya menggoda "Biarin.."jawabku kesal "Eh...punya impian?" "Kenapa?" "Diluapkan dimatahari tenggelam,pasti indah"ucapnya tersenyum "Bahagia.."ucapku pelan "Loh kok??"tanyanya bingung "Karena ada orang yang mengucapkan bahagia itu adalah keindahan yang tak bisa diartikan" "Kalau aku..hanya pengen sama orang yang kusayang"ucapnnya (kamu..disampingku) Aku tersenyum kecil,ia juga,hanya saja suaranya lebih keras.Lalu perlahan surya kembali keperaduannya,meninggalkan gelap dengan ornamen semburat garis berwarna orange dan kuning,lalu tiba-tiba hilang dan hanya tersisa suara deburan ombak dan angin yang membuat daun kelapa menari indah,indah sekali sore itu. Suasan kelas pagi itu cukup ceria,kini tinggal refreshing untuk kami semua.Gelak tawa kawan sekelas membuatku senang,dan tentunya ucapan selamat ulang tahun kepadaku.Aku tak pernah mengharapkan apapun dari mereka,aku hanya berandai,andaikan saja...waktu yang telah dijalani bisa diulang dan dengan kami yang seperti ini,karena aku rasa kami semua merasakan ini terlambat dengan waktu yang singkat.Saat jam pelajaran usai,aku tersenyum melihat bungkusan cantik dilaci mejaku.Dibungkus dengan kertas kado berwarna merah dan animasi indah kesukaanku.Hatiku tersenyum (walau kamu tidak pernah bilang ini darimu,aku percaya kamu adalah orang yang memberikannya)segera kumasukan kedalam tasku dan bergegas pulang. "Aku percaya suatu hari nanti kamu akan menjadi seorang penulis,aku berikan buku tulis ini sebagai media kamu ungkapkan semua tulisan-tulisan kamu. Happy Birthday,sukses selalu buat kamu.Semoga tercapai semua cita-citamu. Jangan pernah menyerah untuk mencapai semua impianmu,jatuh itu pasti,dan itu adalah awal kesuksesanmu.Jika kamu mengatakan bisa,maka kejarlah.Buktikan bahwa kamu bisa mencapai semua impian kamu,bahagia. Jangan pura-pura kuat untuk menutupinya,aku akan selau mengawasimu" Tulis seseorang diatas kertas putih dengan tinta hitam,surat misterius dengan ciri tulisan yang sangat aku kenali.Tiba-tiba air mataku menetes satu demi satu,dia bukan pujangga yang bisa menuliskan kata-kata indah,entah kenapa hatiku merasa senang sekali sore itu.Dibalik jendela kamarku,aku melihat matahari tenggelam dengan tenang,aku tak tau dia dimana,yang jelas ia tak akan kemana-mana. Sore itu,aku masih menuntun sepeda mini yang sangat setia,entah tujuanku kemana,yang jelas tak tentu arahnya. "Sendirian aja.."sapa seseorang yang membuatku kaget "Ada apa?"tanyaku "Jalan yuk.."ajaknya "Kemana?" "Biasa.."ucapnya senang,lalu membawaku ke pantai sore dengan pemandangan indahnya "Senjatamu buat aku tersenyum..ya pantai ini"ucapku senang "Nggak bisa kasih apa-apa.." Seketika,semilir angin juga menyelimuti kami berdua seperti biasa,deburan ombak,bunyi nyanyian burung yang saling bersahutan.Tiba-tiba aku teringat sesuatu,entah kenapa dada ku selalu sesak jika mengingatnya.Air mataku tiba-tiba terjatuh,terisak dibalik deburan ombak sore yang indah "Loh kok nangis?"tanyanya bingung "Nggak papa kok..nggak papa.."ucapku pelan,melawan perih yang ada didada,serasa ingin aku berteriak kala itu jua "Kamu marah?"tanyanya pelan Aku menggeleng cepat,masih sibuk dengan air mata yang terus mengalir,sampai-sampai ujung hidungku merah karena tangis "Walau kamu nangis,masih tetap cantik"godanya senang "Jelek.."ucapku tertawa kecil,seketika terlupakan sudah sesakku sendiri "Biarin..kamunya yang cantik" Aku tersenyum,menghapus air mataku dan terdiam bersamanya diujung dermaga kayu menikmati matahari terbenam untuk yang kesekian kalinya.Surya sudah tenggelam,kami memutuskan pulang "Tunggu,.."ucapku menahan laju sepedanya saat belum jauh dariku "Kenapa?" Tanpa pikir panjang kurobohkan sepeda miniku,lalu berlari kearahnya dan memeluk tubuhnya dengan erat,seketika itu juga tangisku meledak dipelukannya "Kamu kenapa?"tanyanya bingung Aku tak menjawab,masih memeluk tubuhnya dengan erat "Ya udah,nangis aja nggak papa.Nangis aja..luapkan amarahmu..aku ada disini"ucapnya ditelingaku pelan "Makasih ya.."ucapku,melepas pelukku dan kembali kesepeda miniku yang tergeletak begitu saja,lalu dia berpamitan dan melambaikan tanganya penuh dengan kasih sayang.Aku menahan tangisku melihat sosoknya yang lambat laun mengilang dibalik rerimbuan pohon kelapa dan suasana malam yang indah,dan mulai detik itu aku memutuskan untuk menjauhinya,walau aku tau ini salah. Setelah setahun aku pergi meninggalkan Jepang,kini aku kembali menginjakan kakiku dinegeri sakura ini.Aku rindu semuanya yang ada disini,termaksud seseorang didalammya.Langkah kakiku terhenti saat tepat didepanku sosok yang sangat aku rindukan kini hadir kembali,sosok yang dulu selalu mengisi relung hatiku,sosok yang paling aku sayang,walau aku tau,aku salah untuk itu. "A..aa..apa..apa kabar?"tanyaku terbata-bata,dengan segenap jiwa ku tahan tangisku Ia tak menjawab pertanyaanku,ia biarkan angin laut yang menjawab semuanya.Sosoknya diam tak bergerak,namun hembusan nafasnya terdengar jelas ditelingaku "Jangan tanya apa kabar...seolah kita bukan orang yang saling mengenal"jawabnya pelan dengan suara seraknya,suara yang sangat aku rindukan setahun belakangan. Ku lanjutkan langkah kakiku keujung dermaga kayu,menemani duduknya yang nampaknya sendiri.Diujung,masih tetap pemandangan seperti setahun yang lalu,matahari tenggelam dengan indahnya. "Sudah lama disini?"tanyaku berbasa-basi "Sudah terlalu lama..menunggu,menunggu dan menunggu..."ucapnya pelan "Ma..maaf.."ucapku,tak terkira,air mataku jatuh menyapa pipiku.Suara isakku semakin jelas saat tiba-tiba angin dan ombak laut senyap "Aku selalu memaafkanmu..kapanpun dan apapun kesalahanmu.."ucapnya lembut,menghapus air mataku dengan perlahan dan menyunggingkan senyum yamg masih sama setahun lalu "kamu kemana saja?Aku disini nungguin kamu...duduk nggak jelas" Aku terdiam "aku tau aku salah..jatuh cinta sama orang yang salah.."ucapku terus terang "Maksudmu??"tanyanya memandangiku bingung "Aku jatuh cinta sama orang yang salah..yang secara fisik sendiri..tapi aku tau kamu ada yang punya.."ucapku penuh sesak "kamu selalu berikan aku kedamain,kasih sayang dan perhatian..tapi aku tau,kamu ada yang punya.."ucapku terus terisak "jadi selama ini apa maksudmu?Memberikan harapan..kamu bukan sekedar pemberi harapan palsu,tapi kamu adalah titik ujung harapan yang nggak ada buat aku.."ucapku lagi Ia terdiam,menundukkan kepalanya selayaknya ia menyesal "Makasih ya..buat semuanya..."ucapku,lalu pergi berlalu meninggalkannya yang masih terpaku duduk diujung dermaga kayu "oh iya...ini.."ucapku menodongkan buku harian yang dulu ia berikan "kamu adalah orang pertama yang membaca isinya,sesuai harapanmu.."ucapku "Tunggu..."teriaknya menghentikan langkah kakiku "jadi....kamu sudah menemukan arti bahagiamu?"tanyanya "Belum..."jawabku jujur "Jadi...??" "Aku menunggu sosok terang yang telah memberikan harapan palsu dahulu,dan kini aku harap sedang menunggu seseorang mengisi hidupnya..." "A..aku...aku..menunggu seseorang yang setahun menghilang dan kini ada didepan mataku.."ucapnya juga penuh dengan senyum.Lalu ia peluk tubuhku dari belakang "mungkin kamu jatuh cinta pada orang yang salah..tidak...kamu hanya jatuh cinta pada waktu yang salah dan pada orang yang tepat..."ucapnya "Love you..."ucapnya membisikan kata indah ditelingaku.. Karena hidup adalah perjalanan hati yang mungkin jatuh pada waktu yang salah dan pada orang yang tepat,karena semuanya hanya menunggu waktu untuk menjadi nyata.Karena hidup,adalah tujuan menemukan kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan.Karena hidup adalah persimpangan jalan yang menunggu,kapan waktu yang tepat untuk berjalan,jalan ditempat dan berhenti untuk sekedar singgah melihat sesuatu yang salah menuju benar.Untukmu..seseorang yang bilang...sosok bidadari tanpa ekor.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan

Maybe Someday

LOVE Of STADIUM