Terdengar alunan lagu dengan syair yang begitu lembut.Tiara tersenyum,asyik mengartikan syair lagu itu.Kepalanya ia gelengkan dengan lembut,seolah ia yang merasakannya.Tiba-tiba bulir air mata menyusuri pipinya yang begitu halus.Itu terlalu menusuk,mengapa juga harus seperti ini?
"Ra???"panggil seseorang dari balik pintu kamarnya yang tak ia kunci
"Kenapa?"
"Randy..."ucap lelaki ini pelan
Tiara terdiam,segera ia hapus air matanya "masuk..."ucapnya singkat
"Lagi apa?"
"Lagi dengerin lagu aja.Kamu kenapa kesini?"
"Nggak papa...lagunya enak..eh kamu nangis ya?"tanyanya mendekatkan diri kearah Tiara
"Nggak kok..tadi kelilipan :) "dusta Tiara berusaha tersenyum.Randy mengangguk dan balas tersenyum "keluar yuk..."ajaknya ragu
"Kamu beneran?"
Randy mengangguk "kamu mau kan?"
Tiara nampak menimbang ajakan Randy lalu ia mengangguk,entah mengapa ia melawan fisiknya.Ia terlalu bahagia dengan Randy,entah itu sampai kapan,setidaknya ada jalan bahagia untuknya sejenak,walau mungkin akhir yang telah ditebak dahulu oleh Tiara "aku ganti baju duli..kamu keluar gih.."ucap Tiara mengusir Randy pelan,Randy tertawa lalu ia keluar dan segera menutup pintu perlahan.Lima belas menit Randy nampak terbengong didepan kamar Tiara,akhirnya Tiara muncul dengan kaos berwarna ungu sebuah jaket rajutan yang indah dan wajahnya tak sepucat tadi.
"Mau kemana?"
"Ikut aja ya..."ucap Randy terus mengayuh laju sepedanya,nampak wajah Tiara sangat menikmati perjalanannya.Tiara tak henti tertawa karena ulah Randy,mungkin ia bisa tersenyum karena lelaki satu ini.
"Udah sampe..."ucap Randy girang,segera ia menghentikan laju sepedanya lalu tersenyum kearah Tiara
"Wow...indah banget...serasa kayak film Heart.Di danau gini :) "
"Suka nggak?"tanya Randy,Tiara mengangguk,lalu berlari kecil kearah bangku didekat danau.Bangku itu nampak sedikit lembab,pantulan bayangan air nampak begitu indah di bayangan Tiara,ia bisa melihat pelangi buatan dan desiran angin teduh yang menyapanya.Diujung danau terdapat pepohonan yang begitu rimbun,diatasnya terdapat bukit dengan pohon teh yang memberikan aroma relaksasi yang sempurna.Matahari sore itu cukup teduh,beberapa awan sepertinya tersenyum melihat keduanya.
"Makasih ya Ran..."ucap Tiara
"Iya.."
"Ran..."panggil Tiara pelan dalam diam
"Kenapa?"
"Apasih arti bahagia buat kamu?"tanya Tiara tiba-tiba
Randy terdiam,nampak ia berfikir sejenak "bahagia itu...emang bahagia harus diartiin ya?"tanyanya balik,menatap mata Tiara yang begitu teduh dan menyenangkan
Tiara tersenyum "iya ya..banyak orang yang suka banget ngartiin bahagia.Tapi dia nggak tahu arti bahagia secara hakiki..."
"Buat aku..bahagia yang sungguh bahagia adalah membuat seseorang yang aku cintai tersenyum"ucap Randy menggenggam erat tangan Tiara,biar danau dan seisinya yang menjadi saksi,bahwa ia sangat menyayangi gadis disampingnya ini.
"Kenapa?"
"Karena bahagia nggak mungkin aku dapat,tanpa semangat dari orang yang aku sayang,bahagia itu..adalah bahagia yang sejati,yang nggak bakalan ada orang yang bisa ngartiin itu,yang hanya bisa diartiin oleh Tuhan dan aku.."
"Kamu sekarang udah bahagia?"
Randy tersenyum,lalu mengangguk pelan "kamu tahu nggak?Danau ini...sedalam apa?"
Tiara menggeleng "apa?"
"Dalamnya danau ini,ibarat hati,yang semakin dangkal ia dibuat,ia akan mudah rapuh.Namun jika hati itu dibuat sedalam apapun,jika seseorang merusak ia tetap jernih,tetap berusaha baik.Ya ibarat danau,sedangkal danaunya kalau kamu membuang batu,pasti ia akan keruh,tapi jika danau itu dalam...batu yang kamu buang bakalan hilang.."
"Artinya??"
"Kamu harus punya hati yang dalam,agar tidak mudah keruh dan rapuh... :) "
Tiara tersenyum lalu melihat kembali danau yang didepannya 'semakin dalam hati,semakin sulit ia rapuh'ucap Tiara dalam hatinya "Ran..."panggil Tiara
"Ya???"
"Maksih ya..."ucap Tiara,dan tak terasa air matanya jatuh.Ia menangis sejadi-jadinya dipelukan Randy,sore itu adalah sore terakhir buatnya.
**Keesokan harinya**
Randy nampak sangat bahagia,tak henti-hentinya ia tersenyum.Sebuah anggrek putih ia genggam dengan erat,ia sudah bisa membayangkan wajah Tiara saat mendapat anggrek putih darinya.Mungkin bakal ada warna semu merah dipipinya,atau bahkan ucapan terimakasih yang sangat lembut dari bibir mungilnya.Langkah kaki Randy terhenti tepat didepan rumah Tiara,ia tak bisa mengartikan semuanya.Mengapa begitu banyak orang dirumah Tiara?Ia tetap berfikir positif,mungkin ada semacam party kecil-kecilan.Namun..ayah Tiara yang sedang berdiri dengan kaca matanya di dekat pintu masuk,wajahnya begitu murung,matanya berkaca-kaca.Randy segera menghampiri beliau,tersenyum dan bersalaman
"Om...?"tanya Randy pelan
Tanpa jawaban apa-apa segera beliau peluk erat tubuh Randy "hanya dia yang om punya..."ucap beliau gemetar
"Kenapa om?"
"Ran....Tiara......"
Setelah itu,Randy tak mendengar lagi kata-kata orang disekelilingnya.Pandangannya buram,kepalanya terasa begitu pening.Ia sudah tak bisa berfikir jernih,air matanya tiba-tiba mengalir.Tangisnya meledak,sekuntum anggrek putih jatuh kelantai,tubuhnya begitu lemas,serasa sendinya begitu nyilu.Dengan segenap kekuatannya ia beranikan diri masuk kedalam kamar Tiara,disana banyak sekali foto-foto mereka berdua,seperti kenangan yang begitu nyata,foto di mana mereka masih tertawa bersama,disudut rungan lain,ada sebuah tulisan yang dibuat begitu indah,sangat indah "semakin dalam hati,semakin sulit ia rapuh" lalu tangis Randy semakin keras,ia sudah tak bisa menahan tangisnya lagi.Ia menangis sejadi-jadinya,dan di sebelah tulisan itu ada sebuh alat musik tua dengan piringan hitamnya.Randy dengar dengan segenap hatinya,syair lagu yang begitu indah…
~Aku tau ku takkan bisa menjadi sperti yg engkau minta
Namun selama nafas berhembus aku kan mencoba
Aku tau dia yg bisa menjadi sperti yg engkau minta
Namun selama aku bernyawa aku kan mencoba menjadi
sperti yg kau minta
Seperti yg kau minta, aku kan mencoba menjadi sperti yg kau
minta~ (Crisye-Menjadi yang kau minta) Tangis Randy semakin kencang,syair lagu itu begitu indah,ia baru sadar.Selama ini,Tiara berusaha menjadi apa yang diinginkan olehnya,berusaha terlihat terbaik dengan fisik yang tak pernah mendukung,berusaha menjadi tegar dibalik hati yang butuh sesuatu,berusaha memberikan yang ia inginkan dibalik rapuhnya hatinya.Lalu ia berbalik,melihat bayangan Tiara dibalik jendela kamarnya,tersenyum dan melambaikan tangannya lembut,seiring lagu itu berakhir semilir angin membawa Tiara menghilang,dan terdengar kata-kata indah walau pelan
"Aku rapuh..."
Kenangan
Pagi yang cerah,angin yang damai berhembus seakan membuat pesona tersendiri bagi kaum buatan-NYA.Awan...untuk hari ini aku ingin bertanya,apakah harus kuladeni hari ini?Aku terlalu takut untuk dentingan detik-detik jam.Dan matahari...apakah aku harus berlagak tersenyum,berusaha tegar dibalik tangis?Untuk hari ini aku terlalu takut untuk memijakan kaki di bumi ini. *** Bangunan ini..bangunan yang dulu sebagai sebuah saksi,dari sebagian hidup.Sepotong cerita yang mengajarkan arti sebagian dalam hidup.Tatapanku nanar,mengarah kesemua sumber,di mana dulu tempat aku berlari,memangil seseorang didepan,berlari saat terburu-buru,berlari..namun tidak bisa untuk kenyataan.Aku terdiam,perlahan melangkah,tepat didepan daun pintu bercat kuning muda,ia mulai pudar..pegangan pintu yang berkarat,gembok putih gagah yang senantiasa hadir,kembali aku terdiam,mengintip sejenak didalam,menahan nafas panjang dan terdiam,kembali membuka memori,menelisik mencari dan mengulang,seakan sebuah proye...
Komentar
Posting Komentar