Surya Pagi

Dilla tersenyum kecut saat melihat,Burhan didepannya yang tersenyum manis kearahnya
"Mau apa Han?"Tanya Dilla jutek
"Berangkat bareng yuk"ajaknya dengan senyum plus lesung pipinya
"Ah,gue mau bareng sama Iqbal Han"ucap Dilla saat melihat mobil Burhan diujung gang
Burhan terdiam sejenak,lalu ia berlalu dengan motornya meninggalkan Dilla yang tersenyum riang melihat mobil Iqbal.
Dilla,gadis manis yang jadi pusat perhatian para kaum Adam disekolahnya.Terkenal karena paindainya ia dalam olimpiade Matematika,dan ranking yang sampai saat ini ia pegang
"Maaf nunggu lama ya?"tanya Iqbal sambil tersenyum,Dilla hanya menjawab dengan senyumannya kembali,lalu membenarkan letak kaca matanya dan langsung masuk mobil Iqbal.
Disekolah,Dilla berikan raut wajah cuek kepada Burhan.Burhan hanya bisa memaklumi sikap Dilla kepadanya,gadis kecil masa lalunya yang dulu selalu bermain bersamanya.Burhan kembali bernostalgie dengan masa kecilnya,masa manis dengan Dilla kecil yang kini sudah tumbuh dewasa,penuh dengan aura kecantikan yang sudah ia bawa sejak kecil dulu
"Lo nggak boleh cuek gitu sama Burhan Dil"ucap Laras,kawan satu kelas Dilla yang tak kalah cantiknya dengan Dilla
"Gue nggak suka sama Burhan!Lo taukan!Dia ngejar ngejar gue mulu!"ucap Dilla dengan nadanya yang jutek dan cuek
"Tapi Dil,seenggaknya lo harus baik dong sama dia,jangan jutek sama dia"
Dilla hanya menghela nafasnya dan tersenyum kearah Laras
"Gue mau ke Iqbal,ntar malem lo ikutan Partykan?"Tanya Dilla sambil berlalu,Laras hanya mengangguk sambil mengaduk es jeruknya,ia lihat dengan mata sipitnya kepojok ruangan,Burhan tengah melamun indah dengan es capuccinonya
"Han.."panggil Laras
"Ya,eh Laras"sapa Burhan penuh dengan kesederhanannya
"Lo ntar malem ke party sama siapa?"
Burhan menggeleng dan memeberikan senyumnya ke Laras
"sama gue ya"tawar Laras  tersenyum,Burhan kaget dengan tawaran Laras.
Di Party...
Iqbal terlihat sedang berantam dengan Dilla,dengan kasarnya Iqbal menampar pipi kanan Dilla.Dilla merasa malu dan segera berlari meninggalkan party.Mengetahui itu dengan cepat Burhan menyusul Dilla
"Dil"panggil Burhan saat melihat Dilla duduk seorang diri ditaman
Dilla hanya menoleh dengan lembut kearah Burhan,dan dengan sigap ia peluk Burhan.Menangis sejadi-jadinya dan Burhan merasa bersalah.
"Dil...gue sayang sama lo"ucap Burhan ditelinga Dilla,Dilla tersentak dan kembali menangis.
5 TAHUN kemudian...
Dilla tersenyum menatap surya pagi yang menyembul lewat jendela.Hari yang mungkin hari termalas untuk dirinya,dengan segera ia merapikan tempat tidurnya dan bergegas mandi.
Suasa gedung begitu ramai,satu persatu para tamu menyalami mempelai pria dan wanita,mengucapkan selamat dan berfoto bersama.
"selamat ya Laras"ucap Dilla menahan tangisnya,Laras tersenyum dan menggangguk ramah.Dilla berjalan pelan,menatap mempelai Pria yang sangat ia kenali,seorang Pria yang dulu menajadi masa kecilnya,pahlawannya dulu yang sering membuat ia tersenyum,Burhan.
Surya pagi mengajarkan Dilla bahwa kehidupan dulunya tidak harus dilupakan dan jangan pernah menghiraukan seseorang yang sangat mencintai kita,sebelum kita menyesal melihat sosok itu bersanding dengan orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan

Maybe Someday

LOVE Of STADIUM